Cara Membuat Strategi Konten Anda Lebih Baik!
Buatlah Konten Yang Berkualitas dan Sesuai Tren
Cobalah untuk mengakses trends.google.com, dan lihat apa yang sedang menjadi bahan perbincangan saat ini.
Setelah kamu mengetahui tren topik yang sedang diperbincangkan oleh masyarakat, langkah selanjutnya adalah memilih dan menyesuaikan tren yang cocok dengan bisnis kamu.
Mulailah untuk mengaplikasikan tren yang ada ke dalam konten yang akan dibuat.
Contohnya: jika tren saat ini berbicara mengenai mainan terbaru fidget spinner sedangkan bisnis kamu menjual produk gadget elektronik, maka konten marketing kamu dapat berupa artikel mengenai gadget dan permainan fidget spinner.
Kedua hal yang masih saling terhubung itu akan menarik minat dari target pasar kamu untuk membaca konten yang dibuat.
Konten yang kamu buat pasti akan menjadi lebih relevan dibandingkan jika kamu membuat konten tanpa adanya tren research.
Konten Harus Mendefinisikan Audiens Kamu
Pastikan konten yang kamu buat haruslah mampu mendefinisikan target audiens kamu. Ketahuilah lebih dalam akan lokasi geografis, pekerjaan, pendapatan dan karakteristik masing-masing audiens. Posisikan dirimu sebagai audiens dan mulailah memahami motivasi yang dimiliki.
Contohnya: jika bisnis kamu menjual gadget, dan target audiens kamu merupakan orang-orang berusia 14-40 tahun yang sadar akan teknologi, maka konten yang dibuat haruslah mencerminkan kemajuan teknologi saat ini.
Konten marketing kamu harus berisikan informasi-informasi teknologi terkini, dan fungsi dari gadget yang dijual. Melalui konten marketing seperti ini, minat dari audiens pasti akan semakin meningkat.
Promosikan dan Distribusikan Konten
Menurut studi pada tahun 2014 dari Altimeter, 53% pemilik bisnis mengetahui bahwa diperlukan adanya strategi konten yang dibuat, namun hanya 26% yang benar-benar menjalankannya.
Tugas kamu tentunya tidak berhenti saat kamu berhasil membuat konten yang hebat saja. Setelah konten telah dibuat, langkah selanjutnya adalah untuk mendistribusikannya.
Distribusi konten dapat dilakukan melalui sosial media, website, blog, dan channel promosi lainnya.
Pastikan kamu mendistribusikan konten yang dibuat secara rutin agar lebih banyak audiens yang didapatkan.
Tetapkan Tujuan
Semua pemilik bisnis yang ditanya mengenai apa yang diharapkan dari konten marketing yang dibuat, 9 dari 10 pastinya akan mengatakan, “peningkatan penjualan.”
Akan tetapi, tahukah kamu bahwa pembuatan konten marketing yang menarik harus dilakukan secara berkala dan bertahap sebelum mencapai hasil akhir berupa peningkatan penjualan?
Di saat awal kamu mencoba membangun setiap konten marketing yang ada menjadi lebih menarik, kamu hanya akan mendapatkan lebih banyak target audiens yang melihat bisnis kamu. Lebih banyak orang mengetahui apa yang kamu lakukan, dan siapakah kamu.
Contoh: Saat di tahap awal kamu akan menargetkan dibuat biasa akan berupa pengenalan-pengenalan akan bisnis, company profile, dan lainnya.
Segera setelah brand awareness sudah dicapai, kamu mungkin akan mulai menetapkan tujuan menjadi peningkatan penjualan, maka di sini konten yang dibuat berupa promo-promo, dan sebagainya.
Tujuan akhir kamu berupa peningkatan penjualan akan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan konten marketing kamu. Namun, sebelum terjadinya hal ini, pastikan kamu dan sumber daya bisnis yang dimiliki telah cukup.
Contohnya: Jika kamu menjual gadget, maka pastikan di saat terjadi peningkatan penjualan, kamu memiliki supply barang yang memadai.

.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar