Apa itu Konten Marketing?
Content marketing adalah teknik pemasaran dengan mendistribusikan konten yang relevan dan konsisten kepada audiens.
Ketika menjalankan content marketing, Anda menyediakan konten yang bermanfaat bagi audiens untuk membantu mereka memecahkan masalah.
Berbeda dengan promosi secara umum, konten yang dibuat akan memberikan value ke audiens, alih-alih meminta mereka langsung membeli produk. Dengan strategi ini, Anda bisa membuat audiens berubah menjadi pelanggan Anda dengan hubungan yang baik.
Tentunya, content marketing dapat berjalan dengan baik berkat sejumlah elemen pendukung sebagai berikut:
- Target Audiens yang Ditetapkan
- Memiliki Goals yang Jelas dan Terukur
- Keragaman Konten
- Konsisten
- Penentuan Platform Pemasaran yang Tepat
Content marketing begitu penting untuk kesuksesan bisnis. Jika dianalogikan, content marketing adalah kakinya, dan bisnis adalah tubuhnya. Jadi, bisnis akan bisa mencapai tujuan yang diharapkan berkat content marketing yang terus berjalan.
Apa Sih Tujuan Konten Marketing?
1. Mendatangkan Banyak Pelanggan
Penerapan content marketing dapat mendatangkan banyak pelanggan. Karena, Anda mampu menjangkau lebih luas audiens dengan memanfaatkan berbagai platform pemasaran yang beragam
Contohnya, Anda bisa tengok perusahaan-perusahaan startup besar di Indonesia. Seperti Shopee, Tokopedia, dan Gojek yang gencar membuat content marketing, dan mampu menarik banyak pelanggan di Indonesia.
2. Untuk Investasi Jangka Panjang
Strategi content marketing merupakan langkah promosi yang mampu bertahan dalam waktu lebih lama. Contohnya artikel di blog bisa diakses oleh pembaca kapan saja, atau video di YouTube dapat menarik jumlah viewer yang makin meningkat.
Konten tersebut bisa terus dinikmati audiens dan berpotensi terus menarik banyak orang yang membutuhkan informasi yang diberikan.
3. Meningkatkan Kepercayaan Audiens
Kepercayaan audiens kepada brand tidak datang begitu saja, lho! Nah, salah satu membangun kepercayaan audiens adalah dengan content marketing
Ketika Anda membuat konten yang memberikan manfaat kepada audiens, mereka akan menganggap Anda sebagai expert di bidang tersebut. Dengan begitu, mereka tak akan ragu untuk membeli produk-produk Anda
Contohnya, Niagahoster menerbitkan artikel di blog untuk membantu audiens lebih paham tentang website dan dunia online. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mempromosikan produk hosting dan domain yang terkait dengan kebutuhan online calon konsumen.
4. Meningkatkan Brand Awareness
Content marketing yang menarik, akan meningkatkan brand awareness audiens.
Brand awareness adalah kemampuan audiens untuk langsung mengenali suatu brand hanya dengan melihat sesuatu, baik warna, logo, image, dan sebagainya.
Dengan konten-konten promosi yang menarik dan tersebar dimana-mana, para audiens akan memiliki pemahaman tentang brand tersebut. Misalnya, di setiap konten promosi brand, mereka ingat apa yang ditawarkan dan value apa yang melekat di brand tersebut.
5. Meningkatkan Traffic
Meningkatkan traffic bisa juga menjadi salah satu tujuan content marketing.
Dengan membuat konten-konten yang dibutuhkan audiens di berbagai platform akan membuat mereka tak segan untuk mengunjungi konten Anda. Pada akhirnya, traffic yang tinggi bisa membuat konten Anda makin dipercaya dan akan diprioritaskan oleh berbagai platform.
Sebagai contoh, blog yang memiliki traffic tinggi akan lebih diprioritaskan oleh mesin pencari. Konten video YouTube yang memiliki jumlah like dan viewers banyak akan lebih diprioritaskan untuk masuk ke halaman beranda.
Dengan kondisi tersebut, akan makin mudah menarik banyak orang untuk datang ke website Anda setelah melihat berbagai konten di platform yang digunakan.
Itulah poin-poin tujuan content marketing. Anda bisa menyadari bahwa content marketing sangat berpengaruh pada kesuksesan bisnis, bukan?.
Bagaimana Contoh Penerapan Content Marketing?
Setelah Anda mengetahui jenis-jenis content marketing, Anda bisa lihat masing-masing contoh content marketing dari berbagai brand, seperti:
1. Sosial Media
Salah satu contoh penerapan content marketing di sosial media, adalah akun Instagram Niagahoster.
Di berbagai postingan, terdapat informasi yang jelas tentang brand, produk, serta keunggulan dari brand tersebut. Apalagi dilengkapi dengan Informasi logo brand, deskripsi bio yang ringkas dan padat, akan memudahkan audiens mengenali brand tersebut.
Nah, pada saat audiens melihat konten-konten dan profil Instagram Niagahoster, audiens akan paham bahwa Niagahoster adalah sebuah penyedia layanan domain dan hosting, dengan beragam layanan unggulan.
2. Infografis
Untuk contoh penerapan Infografis, Anda bisa lihat pada konten infografis Zurich yang didistribusikan oleh tirto.id di atas.
Dalam infografis tersebut, terdapat informasi singkat dan padat yang didukung dengan data, grafis, ilustrasi, serta jargon brand, mengenai pentingnya asuransi dan layanan Zurich sendiri.
Dengan informasi yang ada, hanya dengan sekali membaca audiens sudah dapat menangkap bahwa Zurich adalah layanan asuransi yang menawarkan beberapa pilihan produk didalamnya.
3. Blog
Contoh penerapan blog bisa Anda jumpai di blog Tokopedia. Dalam blog-nya, Tokopedia mendistribusikan konten-konten seputar lifestyle, fashion, dan daily life. Konten tersebut sangat bersinggungan dengan produk-produk yang ada di Tokopedia, bukan?
Berkat konten-konten yang menjawab pertanyaan audiens, maka kepercayaan audiens terhadap Tokopedia akan terbangun. Sehingga, ketika audiens mencari suatu produk, mereka akan memprioritaskan Tokopedia sebagai tempat belanja yang tepat.
4. Podcast
Contoh penerapan podcast yaitu konten-konten yang dibuat Finansialku.com di platform Spotify. Topik yang dibicarakan dalam konten podcast tersebut pasti yaitu seputar financial. Seperti membahas saham, crypto, pinjol, dan lain sebagainya.
Selain itu, trend-trend terkini tentang keuangan juga tidak ikut ketinggalan masuk dalam pembahasan konten.
Mendengar konten-konten yang dibagikan, audiens akan menyadari bahwa Finansialku adalah pihak yang mengerti tentang keuangan. Sehingga kepercayaan audiens pada layanan brand tersebut juga akan tinggi.
5. Video
Untuk contoh penerapan video marketing, Shopee bisa menjadi inspirasi. Mereka setiap hari mendistribusikan konten video-nya di Instagram, Dengan fitur reels yang mampu menampilkan video hingga 60 detik, berbagai konten promosi mampu mereka tampilkan dengan menarik
Dalam konten video tersebut, informasi yang ditampilkan cukup sederhana dan langsung mengena. Contohnya, ada video review produk kecantikan serta cara pemakaiannya.
Audiens yang menyaksikan video tersebut akan langsung menyadari, bahwa Shopee tak hanya menyediakan produk tersebut, tapi juga menjadi tempat yang pas untuk membeli produk kecantikan.
6. Ebook
Konten-konten ebook yang membahas berbagai topik seputar dunia IT menjadi salah satu andalan Niagahoster menjalankan strategi content marketing.
Sesuai dengan produknya yang membantu konsumen membuat website, ebook yang dibuat mengulas panduan, tips dan trik serta checklist untuk lebih mudah meraih sukses secara online.
Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi audiens yang memang ingin go online, baik sebagai bisnis, professional maupun individu
7. Paid Ad/Iklan Berbayar
Paid Ad dari OLX di halaman pencarian Google di atas, bisa menjadi contoh content marketing yang berbayar. Sebagai perusahaan yang menyediakan produk otomotif, tentu menarget kata kunci jual beli mobil adalah sebuah strategi yang tepat.
8. Email
Salah satu contoh penerapan content marketing email adalah konten dari Tokocrypto. Bisa dilihat dari gambar di atas, brand tersebut mengirimkan pesan Newsletter produknya dengan judul yang singkat, tapi memiliki pesan visual yang menarik.










Komentar
Posting Komentar